Coba deh bayangin, ikut ujian masuk kuliah aja udah cukup bikin deg-degan buat kita yang bisa melihat soal dengan jelas. Terus gimana rasanya kalau yang ikut ujian itu justru enggak bisa melihat sama sekali sejak kecil? Nah, itu yang dialami Angela Electra Vega Suseno, remaja 17 tahun asal Yogyakarta yang akrab disapa Angel.
Angel adalah penyandang tunanetra total sejak kecil. Tapi keterbatasan itu sama sekali enggak menghalangi langkahnya buat mengejar mimpi. Buktinya, Angel dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 dan resmi jadi mahasiswa baru di Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada (UGM).
Emang Sudah Kepengen Kuliah di UGM Sejak SMP
Buat Angel, UGM bukan sekadar kampus impian biasa. Keluarganya punya ikatan kuat sama kampus ini: sang ayah alumni Teknik Elektro, ibunya lulusan MIPA Ilmu Komputer, satu kakaknya dari D4 Teknologi Rekayasa Internet, dan kakak satunya lagi dari FKKMK. Jadi wajar aja kalau sejak SMP, Angel udah menjatuhkan pilihan hati ke UGM.
Dukungan keluarga ini enggak main-main. Waktu masih SMP, kakaknya bahkan sempat menemani Angel belajar di kelas sambil kuliah bareng.
Modal Screen Reader dan Materi PDF Buat Ikut Pelajaran
Selama sekolah di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, Angel mengandalkan fitur screen reader di gawainya supaya bisa ikut belajar seperti teman-teman lain. Guru-gurunya pun kooperatif banget, biasanya materi pelajaran dikirim lebih dulu dalam format PDF supaya lebih mudah diakses lewat screen reader.
Aktif Organisasi, Bukan Cuma Fokus Akademik
Angel enggak cuma sibuk belajar. Ia juga aktif di ekstrakurikuler menyanyi, band, sampai public speaking. Beberapa prestasi pun berhasil disabet, di antaranya Juara Harapan 2 Lomba Mendongeng Bahasa Jawa tingkat Kabupaten Bantul dan Juara 2 Speech Contest on Global Friendship yang digelar Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.
Masa SMA jadi pengalaman pertama Angel menjalani aktivitas sekolah tanpa pendamping khusus, beda sama masa SD yang selalu didampingi. Di sinilah ia belajar mandiri dengan dukungan teman-teman sekelasnya, sampai akhirnya bisa lulus dengan tenang.
Jatuh Cinta sama Sosiologi Gara-gara Rekomendasi Guru
Pilihan jurusan Sosiologi bermula dari rekomendasi guru yang melihat potensi Angel di bidang itu. Setelah coba pelajari lebih dalam, Angel jadi tertarik sama dunia penelitian yang jadi bagian besar dari ilmu sosiologi, dan berharap bisa mengembangkan minat itu selama kuliah nanti.
Persiapan SNBT: Les Privat dan YouTube Berbasis Audio
Buat menghadapi SNBT, Angel belajar lewat les privat dan memanfaatkan kanal YouTube berbasis audio bernama Laksana Rangkuman Audio UTBK, yang memang dirancang lebih mudah diakses penyandang tunanetra.
Tantangan baru muncul pas hari ujian tiba, sebab itu jadi kali pertama Angel pakai komputer. Untungnya, sebelum ujian dimulai panitia sempat memberi panduan shortcut keyboard supaya ia lebih mudah mengerjakan soal. Berkat itu, Angel mengaku bisa beradaptasi dengan cepat sehingga rasa panik enggak sampai mengganggu proses pengerjaan soal.
Bukan Cuma Angel, UGM Memang Serius Soal Aksesibilitas Ujian
Menariknya, cerita Angel bukan kasus tunggal. Berdasarkan data resmi UGM, pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di kampus ini pada 21-27 April 2026 turut memfasilitasi 13 peserta disabilitas yang mengikuti ujian. Sejak tahap persiapan, Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM sudah dilibatkan untuk mengidentifikasi kebutuhan tiap peserta secara spesifik, termasuk lewat formulir asesmen kebutuhan yang mencakup data pribadi, jenis disabilitas, hingga akomodasi yang diperlukan selama ujian.
Layanan inklusif ini bukan kebijakan asal-asalan, tapi mengacu pada Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023 tentang akomodasi yang layak bagi peserta didik penyandang disabilitas, ditambah panduan layanan mahasiswa disabilitas dari Kemenristekdikti tahun 2017. Meski begitu, pihak ULD UGM juga mengakui masih ada tantangan, seperti soal ujian yang belum sepenuhnya ramah bagi peserta netra, sampai sebagian peserta yang belum terbuka mendeklarasikan kondisi disabilitasnya sehingga fasilitasi yang diberikan bisa kurang tepat sasaran.
Persaingan SNBT 2026 di UGM Enggak Main-main
Buat gambaran, betapa “berat”-nya perjuangan Angel bisa kelihatan dari ketatnya persaingan SNBT 2026 di UGM. Tahun ini, sebanyak 76.139 calon mahasiswa mendaftar lewat jalur SNBT ke UGM, namun kampus ini hanya menerima 2.857 mahasiswa baru. Fisipol sendiri, fakultas yang sekarang jadi rumah baru Angel, termasuk salah satu fakultas dengan peminat tinggi karena diminati oleh 5.463 calon mahasiswa.
Tantangan Baru: Beradaptasi di Kampus
Memasuki dunia perkuliahan, Angel bilang tantangan terbesarnya sekarang adalah beradaptasi dengan lingkungan kampus yang jauh berbeda dari suasana sekolah. Makanya, ia berencana bergabung dengan Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM serta komunitas-komunitas yang bergerak di bidang penelitian, biar makin gampang menyesuaikan diri sekaligus mengasah minatnya.
Pesan Angel Buat Teman-teman Disabilitas Lain
Di akhir kisahnya, Angel titip semangat khusus buat teman-teman disabilitas lain yang sedang mengejar cita-cita. Menurutnya, jalan apa pun yang dipilih, selama itu baik, layak buat terus diperjuangkan sampai berhasil.










